PNBP Sektor ESDM Mencapai Angka Rp243,41 Triliun

[original_title]

Jackiecilley.com – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) mencapai Rp243,41 triliun, menurun dibandingkan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar Rp255,5 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh jatuhnya harga komoditas, termasuk batu bara dan nikel.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa harga komoditas saat ini mengalami penurunan signifikan. Sebagai contoh, harga batu bara acuan (HBA) pada Januari 2026 tercatat sebesar 103,30 dolar AS per ton, berkurang dari 124,24 dolar AS per ton pada Februari 2025. Sementara itu, harga nikel turun dari 15.660 dolar AS per dry metric ton (dmt) pada Januari 2025 menjadi 14.630 dolar AS per dmt pada periode yang sama di 2026.

Di tengah kondisi ini, Bahlil mencatat bahwa subsektor minerba dan panas bumi berhasil melampaui target PNBP yang ditetapkan dalam APBN, dengan angka mencapai Rp138,37 triliun atau 108,56 persen dari target Rp127,44 triliun. Meskipun harga batu bara lesu, pencapaian ini menunjukkan ketahanan subsektor tersebut.

Sebaliknya, PNBP di sektor migas tidak mencapai target, dengan pendapatan sebesar Rp105,04 triliun atau hanya 83,7 persen dari target Rp125,46 triliun. Bahlil menyatakan bahwa penurunan harga minyak bumi menjadi penyebab utama, di mana rata-rata harga minyak dunia berada di 68 dolar AS sejak Januari hingga Desember, di bawah asumsi APBN sebesar 82 dolar AS per barel.

Dalam konteks ini, tantangan bagi pemerintah adalah mengantisipasi fluktuasi harga komoditas yang berdampak kepada pendapatan negara.

Baca Juga  Bahlil Umumkan Program B50 Mulai Berjalan di Semester II 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *