12 Maret 2026 – Pm israel benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah menegaskan bahwa tekanan militer terhadap Iran belum memasuki tahap akhir. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pemerintahnya telah menyiapkan langkah lanjutan, termasuk fase operasi berikutnya yang disebut memiliki “banyak kejutan”, di tengah konflik yang terus meluas di kawasan.
Pernyataan itu muncul ketika situasi regional masih sangat tegang. Dalam laporan terbaru, konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran telah berlangsung hampir dua pekan. Netanyahu sebelumnya juga mengatakan operasi tersebut bisa memakan waktu, tetapi tidak akan berubah menjadi perang tanpa batas yang berlangsung bertahun-tahun.
Di saat bersamaan, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump memberi sinyal berbeda soal durasi konflik. Trump mengatakan sasaran di Iran tinggal sedikit dan menyebut perang dapat berakhir dalam waktu dekat. Pernyataan itu memperkuat kesan bahwa Washington ingin menampilkan operasi sebagai tekanan cepat, sementara pemerintah Israel masih menekankan kesinambungan langkah militer sampai tujuan strategisnya dinilai tercapai.
Perkembangan terbaru ini membuat nama Netanyahu terus berada di pusat perhatian internasional, bukan hanya karena keputusan militer Israel, tetapi juga karena arah konflik yang berdampak pada stabilitas kawasan. Dengan pernyataan dari Tel Aviv dan Washington yang sama-sama keras namun berbeda nada, perhatian kini tertuju pada apakah fase berikutnya akan membuka ruang deeskalasi atau justru memicu gelombang serangan baru dalam beberapa hari ke depan.