Pembatasan Subsidi BBM Desil 10 Efektifkan Penghematan Energi

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemerintah untuk membatasi penyaluran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat kelompok desil 10, kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Kebijakan ini dirancang untuk menghemat anggaran subsidi energi sekitar 10 persen, dengan fokus untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan sasaran distribusi.

Purbaya menyatakan bahwa langkah ini tidak akan mempengaruhi semua kelompok, melainkan hanya desil 10. Uji coba rencana ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. “Nanti ada penghematan anggaran, tapi kami masih menghitung secara tepat,” kata Purbaya. Pernyataan ini disampaikan usai Rapat Kerja bersama Badan Anggaran di Jakarta pada Kamis (20/8).

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah telah mengalokasikan Rp210,1 triliun untuk subsidi energi. Total anggaran subsidi dalam APBN tahun tersebut mencapai Rp318,9 triliun, sementara total ketahanan energi, yang mencakup subsidi dan kompensasi, mencapai Rp381,3 triliun. Dengan penghematan 10 persen dari anggaran subsidi energi, sertai estimasi potensi efisiensi dapat mencapai sekitar Rp21 triliun.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa rencana pembatasan Pertalite untuk desil 9 dan 10 masih dalam kajian. Hingga kini, distribusi Pertalite tetap berjalan normal dengan kuota harian yang mengatur penggunaan, seperti 200 liter untuk bus dan truk, serta 50 liter untuk kendaraan pribadi. Bahlil mengingatkan kepada masyarakat yang mampu untuk beralih ke BBM nonsubsidi agar subsidi lebih tepat sasaran dan tepat sasaran.

Baca Juga  Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *