Jackiecilley.com – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi sepanjang pekan lalu disebabkan oleh berbagai faktor teknis dan fundamental, termasuk momen pembagian dividen oleh emiten. Menurut konsultan dan perencana keuangan Elvi Diana, CFP, IHSG mengalami penurunan sebesar 2,42 persen, ditutup di level 6.956,80 pada akhir pekan perdagangan 27 hingga 30 April 2026.
Elvi menjelaskan bahwa pembagian dividen dapat menyebabkan penurunan harga saham secara mekanis pada tanggal ex-dividend, yang merujuk pada hari di mana investor baru tidak lagi berhak atas dividen yang dibagikan. Hal ini menciptakan tekanan pada IHSG karena nilai kas perusahaan berkurang pada saat yang sama. Kenaikan aksi ambil untung oleh investor juga menjadi salah satu penyebab penurunan IHSG, yang berdampak pada penyesuaian harga pasar.
Lebih lanjut, Elvi menyoroti bahwa sentimen pasar dan dinamika global turut memengaruhi pergerakan IHSG, meskipun faktor domestik tetap menjadi pendorong utama. Ia mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas pasar modal. Kebijakan yang responsif terhadap dinamika pasar, serta peningkatan literasi investor seputar mekanisme dividen dan volatilitas saham dinilai sangat penting.
Elvi menekankan bahwa penurunan harga pada tanggal ex-dividend merupakan fenomena teknis, bukan gambaran dari penurunan kinerja fundamental emiten. Ia juga menyarankan agar OJK memperkuat pengawasan terhadap potensi volatilitas berlebihan dan meningkatkan komunikasi publik untuk menghindari kepanikan di kalangan investor ritel.
Pada Selasa pagi, IHSG dibuka melemah 3,38 poin ke posisi 6.968,57 namun ditutup menguat pada sore harinya, didorong oleh penguatan saham-saham sektor perbankan. IHSG akhirnya ditutup naik 85,16 poin ke posisi 7.057,11.