Menteri PKP: Realisasi 62.591 Rumah Subsidi Jabar Dorong Ekonomi Rp8 T

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan bahwa realisasi pembangunan 62.591 unit rumah subsidi di Jawa Barat pada tahun 2025 akan menjadi faktor penting dalam penggerak ekonomi, dengan estimasi perputaran uang mencapai sekitar Rp8 triliun. Hal ini diungkapkan saat kunjungan beliau ke Bandung pada hari Senin.

Maruarar mengungkapkan bahwa setiap unit rumah subsidi melibatkan lima tenaga kerja langsung, sehingga total pekerja yang terlibat dapat mencapai sekitar 300 ribu orang di Jawa Barat dalam setahun. Ia menjelaskan, sektor perumahan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor ekonomi lain, mulai dari warung kecil hingga industri bahan bangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Maruarar juga membahas perluasan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk masyarakat di Kabupaten Bandung. Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat berpendapatan rendah dalam membangun atau merenovasi rumah, dengan maksimum pinjaman mencapai Rp100 juta tanpa agunan dan bunga sebesar 0,5 persen per bulan.

Menteri menekankan bahwa skema KUR ini menjadi alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan praktik pinjaman rentenir yang masih marak. Dirinya mencatat, di mana bunga rentenir dapat mencapai 20 persen per bulan, KUR menawarkan solusi yang jauh lebih baik bagi rakyat.

Selain itu, pemerintah juga menghilangkan persyaratan SLIK OJK untuk pinjaman kecil guna mempercepat akses pembiayaan. Maruarar mengharapkan agar program KUR perumahan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan. Untuk itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan untuk memaksimalkan program tersebut.

Baca Juga  VinFast: Strategi Ekosistem Terintegrasi Ubah Pasar EV Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *