Menteri KP: Rumput Laut Kunci Inovasi Pangan Masa Depan

[original_title]

Jackiecilley.com – Rumput laut diakui sebagai solusi penting dalam sektor pangan, mampu dibudidayakan tanpa meningkatkan tekanan pada lahan darat. Pernyataan ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, pada National Seaweed Forum 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Trenggono menyoroti tantangan lahan yang semakin terbatas di tengah pertumbuhan populasi yang pesat.

Populasi dunia diprediksi akan meningkat dari 8,23 miliar jiwa pada tahun 2025 menjadi 9,66 miliar jiwa pada 2050, yang berpotensi memperbesar kebutuhan pangan global hingga 50-60 persen. Hal ini mencakup peningkatan permintaan terhadap daging dan ikan hingga 67 persen, dengan Indonesia diproyeksikan mencapai 320,7 juta jiwa pada 2050. Kebutuhan protein bagi masyarakat Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 7,62 juta ton per tahun.

Trenggono menjelaskan bahwa rumput laut dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mengingat lahan pertanian yang semakin menyusut. Produksi rumput laut Indonesia diperkirakan mencapai 11,6 juta ton pada 2025, dengan kontribusi ekspor ke pasar internasional, terutama ke China, mencapai 242 ribu ton senilai 315 juta dolar AS.

Lebih dari 200 ribu petani terlibat dalam budidaya rumput laut di Indonesia, yang menyumbang sekitar 42 persen dari total produksi perikanan. Meski demikian, tantangan dalam pengembangan rumput laut mencakup kualitas budidaya, harga, pasar, dan tata kelola. Trenggono menegaskan perlunya pergeseran fokus dari volume produksi menjadi produktivitas dan nilai tambah.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan lima pilar rencana aksi terintegrasi untuk meningkatkan pengembangan rumput laut, yang meliputi peningkatan kualitas, akses pasar, inovasi, dan penguatan tata kelola. Ini diharapkan dapat menciptakan industri rumput laut yang kuat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca Juga  Strategi 3S Kemnaker untuk Lindungi Pekerja Muda dari AI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *