Jackiecilley.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas bandar udara dan navigasi penerbangan yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan keselamatan penerbangan serta kelancaran operasional. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa pemeriksaan ini adalah langkah mitigasi yang penting setelah terjadinya gempa yang mengkhawatirkan.
Pada hari Minggu, Lukman menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan menyeluruh terhadap fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di daerah terdampak. Gempa utama yang terdeteksi oleh Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG memiliki magnitudo 7,0 dan terjadi pada pukul 05.58 WITA, sekitar 38 km timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 km. Tercatat pula gempa susulan magnitudo 6,2 yang terjadi pada pukul 06.13 WITA dengan pusat gempa di laut, 46 km timur laut Labuan Bajo.
Ada lima bandar udara yang teridentifikasi terdampak, termasuk Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo dan Bandar Udara Soa di Bajawa. Kerusakan yang dilaporkan mencakup retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, dan fasilitas pendukung lainnya. Di Bandar Udara Soa, misalnya, laporan awal menunjukkan adanya kerusakan sedang pada runway dan beberapa bangunan serta retakan baru di beberapa titik.
Lukman menggarisbawahi pentingnya evaluasi ini untuk menjaga keamanan dalam perjalanan udara, dan Kemenhub berkomitmen untuk terus memantau situasi guna mendukung operasional yang aman dan efisien.