Kabapanas: Ketersediaan Pangan Terkendali Hingga Pertengahan Ramadhan

[original_title]

Jackiecilley.com – Stabilitas pasokan dan harga pangan nasional dijamin hingga pertengahan puasa Ramadhan 1447 Hijriah, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan distribusi dan pengawasan di berbagai daerah.

Amran mengungkapkan bahwa penurunan harga mulai terlihat pada sejumlah komoditas strategis, meski ada beberapa yang mengalami kenaikan. “Saya sudah cek, masih relatif stabil,” jelas Amran di Jakarta, Sabtu. Kenaikan harga yang sedikit pada daging ayam ras adalah bagian dari dinamika pasar.

Pemerintah menegaskan perlunya keseimbangan dalam stabilitas pangan bagi seluruh rantai pasok, dari petani hingga konsumen. Dengan pasokan yang terjaga, kondisi ini diharapkan dapat membuat dinamika harga tetap terkendali. Selain itu, kenaikan harga minor pada komoditas tertentu juga dianggap sebagai hal yang wajar demi menyediakan keuntungan bagi produsen menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) dari Badan Pusat Statistik (BPS), harga daging ayam ras nasional rata-rata mencapai Rp41.013 per kilogram, sedikit di atas Harga Acuan Penjualan konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram. Meskipun demikian, penurunan harga masih tercatat di banyak daerah.

Tren serupa juga terlihat pada komoditas hortikultura, seperti cabai dan bawang yang mengalami penurunan di berbagai kabupaten/kota. Inflasi pangan bulanan tercatat cukup terkendali, dengan komponen volatile food pada Februari mencapai 2,50 persen, masih dalam rentang sasaran pemerintah.

Pengawasan pasar dilakukan oleh Bapanas, salah satunya di Pasar Johar, Karawang, pada 6 Maret. Di sana, pedagang menyatakan harga ayam stabil sekitar Rp40.000 per ekor dan harga komoditas lain mengalami penurunan. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga kondisi harga pangan agar berada dalam koridor kewajaran.

Baca Juga  Pilkada Lewat DPRD Bisa Jadi Peluang Persekongkolan dan Suap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *