Israel Tahan 80 Warga Palestina Dalam Serangan di Tepi Barat

[original_title]

Jackiecilley.com – Israel telah meluncurkan operasi penangkapan secara besar-besaran di Tepi Barat, yang berlangsung dari malam Jumat hingga pagi Sabtu, dengan menahan setidaknya 80 warga Palestina. Penangkapan ini dilakukan kurang dari 24 jam setelah bentrokan yang menewaskan empat warga Palestina dan satu warga Israel di kota Tell, selatan Nablus.

Menurut pernyataan dari lembaga swadaya masyarakat, Palestinian Prisoners Club, para mantan tahanan menjadi sasaran utama dalam operasi ini. Mereka menjelaskan bahwa banyak penangkapan baru-baru ini merupakan respon terhadap tindakan warga Palestina yang berusaha melindungi kota dan tanah mereka dari serangan pemukim. Sepanjang tahun ini, lebih dari 3.600 warga Palestina telah ditangkap di Tepi Barat.

Sebagai respons terhadap insiden yang terjadi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel, Katz, mengumumkan langkah-langkah baru, termasuk meningkatkan intensitas operasi militer, mendirikan lebih banyak pos pemeriksaan, serta menciptakan kawasan pertanian baru di wilayah tersebut.

Gubernur Nablus, Ghassan Daghlas, mengungkapkan bahwa militer Israel menutup seluruh akses ke kota, menyebabkan ribuan warga Palestina terputus dari rumah mereka di bagian utara Tepi Barat. Dia menilai bahwa kelompok ekstremis Israel tengah memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pemilihan umum, menjelang pemilu Knesset yang akan digelar pada 27 Oktober mendatang.

Sementara itu, ahli politik dari Universitas Al-Quds, Ahmed Rafiq Awad, memperingatkan bahwa beberapa bulan ke depan berpotensi berbahaya menjelang pemilihan, dengan menyebutkan bahwa pemerintah Israel saat ini condong melindungi dan mendukung para pemukim secara finansial dan militer.

Baca Juga  Denmark Bentuk Zona Militer di Kangerlussuaq, Greenland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *