Jackiecilley.com – Komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, mengungkapkan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk melanjutkan konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat (AS) hingga masa jabatan Presiden Donald Trump berakhir. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara dengan media Amerika, PBS, dan dipublikasikan pada Selasa lalu.
Naqdi menegaskan keyakinannya akan ketahanan militer Iran dalam menghadapi konfrontasi jangka panjang, terutama di tengah laporan mengenai tekanan terhadap stok amunisi AS dan menurunnya moral pasukan Amerika yang beroperasi di Timur Tengah. “Tujuan Teheran adalah mencapai deterrence agar musuh tidak berani menyerang kami, sehingga kami dapat hidup dengan aman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa salah satu strategi Iran adalah memperpanjang konflik hingga masa jabatan presiden berikutnya, dengan harapan dapat melemahkan kekuatan lawan. Naqdi menyatakan bahwa jika ada pihak yang berencana menyerang Iran, mereka harus siap menghadapi konsekuensi yang besar.
Perkembangan ini mencuat setelah serangan pengeboman yang dilakukan Trump terhadap Iran selama 40 hari pada akhir Februari lalu. Meski mengalami kehilangan sejumlah pejabat tinggi, pemerintah Teheran tetap mempertahankan kontrol negara dan merespons dengan serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan Teluk, sembari memberikan tekanan ekonomi kepada sekutu-sekutu Washington.
Dengan situasi yang terus berkembang ini, perhatian dunia tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil oleh kedua negara di masa mendatang dalam menghadapi ketegangan yang terus berlanjut.