Jackiecilley.com – Youth Leadership Camp (YLC) 8 yang diselenggarakan oleh IKA ITS PW Jakarta Raya mengangkat tema penting tentang peran insinyur di era kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong insinyur agar tidak hanya menguasai kecakapan teknis, tetapi juga bertransformasi menjadi pencipta nilai yang unggul, memanfaatkan teknologi sebagai alat, bukan ancaman.
Acara ini berlangsung di Jakarta dan menghadirkan pakar pemasaran Hermawan Kartajaya sebagai pembicara utama. Dalam sesi yang berjudul “From Engineer to Value Creator: Personal Branding & Leadership in the Age of AI”, Kartajaya menekankan pentingnya perbedaan dan relevansi dalam dunia yang terus berubah. Ia menyatakan, “Anda tidak perlu menjadi yang terbaik, cukup menjadi seseorang yang berbeda.”
Kartajaya juga membahas tantangan yang dihadapi oleh usaha kecil, yang tidak selalu disebabkan oleh kurangnya modal, melainkan oleh mindset kewirausahaan yang kurang berkembang. Ia mengidentifikasi tiga karakter utama yang harus dimiliki seorang wirausaha: kemampuan melihat peluang, keberanian mengambil risiko, dan kolaborasi aktif dengan orang lain.
Dalam kerangka pemasaran kewirausahaan, Kartajaya memperkenalkan dua simbol penting: PIPM (Productivity, Improvement, Professionalism, Management) dan CIEL (Creativity, Innovation, Entrepreneur, Leadership). Menurutnya, PIPM merupakan fondasi manajerial yang kuat, sedangkan CIEL mencerminkan jiwa kepemimpinan yang terbuka untuk kreativitas dan inovasi.
Dengan terselenggaranya YLC 8, diharapkan para insinyur dapat beradaptasi dan bersaing di era AI dengan menjadi lebih inovatif dan relevan dalam setiap langkah karier mereka.