Jackiecilley.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa Piala Presiden 2026 berpotensi akan menerapkan format baru yang berbeda dari edisi sebelumnya. Hal ini disampaikan Erick setelah penutupan Piala Presiden 2025 pada Minggu lalu di Jakarta. Ia menekankan pentingnya kontribusi dari semua gubernur dan bupati untuk mendukung keberlangsungan sepak bola di Indonesia.
Piala Presiden telah terdiri dari beberapa edisi, di mana tujuh turnamen sebelumnya diikuti oleh antara enam hingga 20 klub, termasuk klub dari Liga 1, Liga 2, dan yang terbaru, klub asing. Format saat ini dimulai dengan babak grup, di mana juara dan runner-up akan melanjutkan ke babak gugur hingga final. Piala Presiden 2025, yang diadakan pada 6-13 Juli 2025, mencatat peserta paling sedikit dengan hanya enam tim, dan dimenangkan oleh klub Thailand, Port FC.
Erick menyatakan bahwa Piala Presiden 2026 mungkin tidak akan digelar pada bulan Juli, mengingat tahun ini akan ada Piala Dunia 2026. Ia menyebutkan pentingnya membahas kembali format turnamen dengan melibatkan kontribusi dari klub-klub di tingkat kabupaten dan provinsi.
Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, juga mengapresiasi konsistensi PSSI dalam penyelenggaraan turnamen ini dan menggarisbawahi bahwa kesuksesan Piala Presiden merupakan hasil kerjasama semua elemen dalam ekosistem sepak bola nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam sepak bola bergantung pada kekompakan tim dan berbagai pihak yang terlibat, termasuk klub, manajer, pemain, dan pemerintah.