Jackiecilley.com – Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, mengemukakan potensi organisasi Developing Eight (D-8) dalam mendukung pemulihan pascakonflik di Timur Tengah. Dalam pernyataannya, ia menyoroti pentingnya peran politik sekaligus ekonomi dalam kerangka kerja D-8 untuk menciptakan perdamaian di kawasan tersebut.
Dubes Hasrin menyatakan bahwa meskipun D-8 lebih dikenal sebagai organisasi kerja sama ekonomi, aspek kemanusiaan dan rehabilitasi juga perlu diperhatikan. “D-8 dapat mengambil peran dalam kerja sama kemanusiaan dan rekonstruksi,” ujarnya. Hal ini dibutuhkan mengingat ketegangan yang kian meningkat di Timur Tengah, yang telah berdampak buruk terhadap stabilitas kawasan dan hubungan ekonomi antarnegara.
Eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, semakin memperburuk situasi, mempengaruhi warganegara Malaysia dan Indonesia yang terperangkap di sana. “Kami berharap situasi kembali normal agar masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-harinya,” imbuh Dubes Hasrin.
Situasi terbaru menunjukkan Kerjasama antara AS dan Israel dalam menyerang Iran telah menimbulkan dampak signifikan, dengan serangan tersebut merusak infrastruktur dan mengakibatkan korban jiwa. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan drone ke Israel dan aset AS di kawasan Teluk.
Menanggapi keadaan tersebut, Indonesia menyerukan penghentian suasana permusuhan dan menawarkan diri sebagai mediator. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersedia untuk melakukan mediasi di Teheran jika disetujui oleh pihak-pihak terkait, demi menciptakan kembali kedamaian di kawasan yang memprihatinkan ini.