Bulan Penuh Kebaikan: Waktu untuk Berbagi dan Berbuat Baik

[original_title]

Jackiecilley.com – Bulan Safar, yang terletak pada urutan kedua dalam kalender Hijriyah, sering dianggap sebagai bulan penuh kesialan. Namun, pandangan ini perlu diluruskan, karena sesungguhnya bulan ini memiliki banyak kebaikan dan hikmah. Hal ini disampaikan dalam khotbah Jumat yang disampaikan oleh KH Muqorrobin, Wakil Katib PCNU Ponorogo, pada tanggal 17 Juli 2026, bertepatan dengan 2 Safar 1448 Hijriyah.

Dalam khotbah tersebut, KH Muqorrobin menjelaskan bahwa nama Safar diambil dari tradisi masyarakat Arab yang sering melakukan perjalanan jauh, sehingga daerah menjadi “kosong.” Bulan ini, meski memiliki reputasi buruk dalam tradisi jahiliyah yang menganggapnya membawa keberuntungan negatif, sebenarnya diartikan oleh para ulama sebagai “Shafar al-Khoir”—bulan yang penuh dengan kebaikan.

Masyarakat masa lalu memiliki kepercayaan bahwa bulan Safar berkaitan dengan keburukan, tetapi KH Muqorrobin menegaskan bahwa anggapan ini tidak berdasar. Sebaliknya, apa pun yang terjadi pada bulan ini adalah kehendak Allah, bukan karena bulan Safar itu sendiri. Dalam Islam, semua bulan adalah netral, dan tidak ada yang menentukan nasib buruk atau baik.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan dalam sabdanya bahwa tidak ada kesialan yang terkait dengan bulan Safar. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan untuk tetap optimis dan menjaga sikap positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari, apapun bulan atau harinya. Penekanan pada kebaikan bulan Safar diharapkan dapat mengubah pandangan negatif yang masih melekat di sebagian masyarakat saat ini.

Baca Juga  Futsal Menjadi Elemen Penting dalam PSSI dan Perkembangannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *