Jackiecilley.com – Kenaikan margin fee Perum Bulog menjadi 7 persen merupakan langkah strategis yang didukung Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah untuk memperkuat peran Bulog dalam menjaga cadangan beras nasional dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan rasa syukur atas kebijakan ini dalam acara Tasyakuran dan Doa Bersama di Jakarta.
Dalam acara yang berlangsung Senin malam, Rizal mengungkapkan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, atas dukungan mereka. Ia menekankan bahwa kenaikan margin fee adalah penghargaan dari pemerintah atas upaya Bulog dalam menjalankan tugas menjaga cadangan beras.
Kenaikan ini sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 yang diterbitkan pada 29 Juli 2026, yang secara signifikan meningkatkan margin fee menjadi Rp970 per kilogram beras, dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar Rp50 per kilogram. Rizal menyatakan bahwa tambahan margin ini juga akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk Bulog.
Selain itu, pemerintah juga menurunkan suku bunga pinjaman dari 8 persen menjadi 5 persen, di mana dua persen dari bunga tersebut disubsidi oleh pemerintah. Kebijakan ini diharapkan dapat menghemat pembayaran bunga hingga Rp1,07 triliun, meningkatkan efisiensi Bulog dalam menjalankan tugasnya.
Rizal optimis bahwa dengan dukungan ini, Bulog dapat mencatat neraca positif sekitar Rp1,14 triliun pada akhir tahun, serta memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. Ia bertekad untuk meningkatkan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat dan memperkuat operasional di tingkat gudang agar pelayanan Bulog menjadi lebih efektif, terutama di daerah terpencil.