Jackiecilley.com – Pembangunan Matano Belt Road di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, akan segera dimulai tahun ini. Langkah ini diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama PT Vale Indonesia sebagai bentuk penghargaan terhadap sumbangsih besar sumber daya alam Luwu Timur terhadap pembangunan daerah.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan bahwa jalan lingkar pesisir Danau Matano ini akan memiliki panjang 35 kilometer, menghubungkan Desa Ussu, Malili, dan melewati Nuha hingga batas Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan adanya jalan ini, diharapkan akan mengurangi waktu tempuh bagi masyarakat yang biasanya menggunakan kapal untuk berlayar dari Malili ke Sulawesi Tengah.
Selain Matano Belt Road, Kabupaten Luwu Timur juga akan menerima alokasi anggaran sebesar Rp239 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan. Paket ini mencakup penguatan struktur jalan yang dianggap vital sebagai jalur distribusi barang dan aktivitas masyarakat. Rehabilitasi daerah irigasi Angkona juga menjadi bagian dari program ini untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.
Gubernur menambahkan bahwa wilayah Luwu Timur juga berpartisipasi dalam Paket 4 MYP, yang mendanai rehabilitasi daerah irigasi dengan anggaran Rp120 miliar. Paket ini tidak hanya mencakup Luwu Timur, tetapi juga beberapa kabupaten lainnya seperti Enrekang dan Toraja Utara.
Pembangunan ini diharapkan menjadi warisan yang signifikan untuk menegaskan posisi Luwu Timur sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya alam, serta memperkuat konektivitas dan pembangunan ekonomi di daerah tersebut.