Jackiecilley.com – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menyatakan bahwa pemahaman terhadap produk halal kini berkembang menjadi simbol kesehatan, kebersihan, dan kualitas yang diakui secara global, tidak hanya terbatas pada aspek agama. Pernyataan tersebut disampaikan Haikal pada perayaan Matariki atau Tahun Baru Māori yang diadakan oleh Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta.
Selandia Baru dan BPJPH telah menjalin kerjasama melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani tahun lalu. Haikal mengungkapkan bahwa makna halal semakin luas, mencakup gaya hidup semua orang, bukan hanya umat Islam. Ia menunjukkan bahwa di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, halal dianggap sebagai simbol kesehatan. Di Korea Selatan, perusahaan farmasi menganggap halal sebagai indikator kebersihan, sementara di Australia, konsep halal diterjemahkan sebagai kepuasan pelanggan.
Selain itu, di Eropa, produk halal sering kali dipandang sebagai pangan berkualitas tinggi karena memenuhi standar kebersihan yang lebih ketat. Di China, halal dipandang sebagai mesin ekonomi, dengan negara tersebut kini menjadi produsen produk halal terbesar di dunia, memproduksi barang senilai lebih dari 21 miliar dolar AS setiap tahunnya.
Meskipun Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar, Haikal mencatat bahwa negara ini bukanlah produsen halal terbesar. Dalam konteks ini, pengembangan produk halal di Indonesia bertumpu pada prinsip transparansi, ketertelusuran, dan kepercayaan. Haikal mengajak semua pihak untuk menerima bahwa halal adalah bagian dari kemakmuran hidup dan peradaban modern, serta untuk terus memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Selandia Baru.