PMI Manufaktur Capai 52,6, Kemenkeu Tingkatkan Iklim Usaha

[original_title]

Jackiecilley.com – Peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia menjadi 52,6 pada Januari 2026 mengindikasikan kekuatan serta daya saing industri nasional. Kementerian Keuangan melalui Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Kacaribu, menyatakan bahwa lonjakan ini merupakan sinyal positif di tengah tantangan domestik dan global.

PMI yang meningkat dari angka 51,2 bulan sebelumnya menunjukkan adanya kenaikan permintaan domestik dan output produksi. Meskipun industri menghadapi tantangan seperti gangguan rantai pasok global dan penurunan pesanan ekspor, fundamental industri tetap terjaga. Peningkatan keyakinan pelaku usaha pun tercatat naik ke level tertinggi dalam sepuluh bulan terakhir, menandakan harapan bagi ekspansi ekonomi Indonesia.

Sebagai catatan, PMI di negara mitra dagang utama juga menunjukkan pertumbuhan, dengan India tetap di zona ekspansi di angka 56,8 dan Amerika Serikat di 51,9. Di level ASEAN, PMI tercatat agregat 52,8, didorong kinerja baik dari Filipina dan Vietnam.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki iklim usaha serta daya saing industri melalui berbagai langkah, termasuk mengatasi hambatan usaha yang ada. Selain itu, kinerja positif dari sektor lain juga terlihat jelas. Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 4,4 persen year-on-year, sementara penjualan kendaraan bermotor meningkat signifikan. Kegiatan konsumsi yang kembali menggeliat turut mendorong naiknya Indeks Keyakinan Konsumen ke 123,5 pada Desember 2025.

Ekspor Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif, naik 11,64 persen, didorong oleh industri pengolahan. Meskipun impor mencatat kenaikan, neraca perdagangan Indonesia tetap surplus, mencapai 41,05 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa industri Indonesia mampu beradaptasi dan bersaing dalam dinamika perdagangan global.

Baca Juga  Pupuk Indonesia Siap Salurkan 9,8 Juta Ton Pupuk Subsidi 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *