Petani Pinang Palembayan Agam Kembali Bangkit Pasca Bencana

[original_title]

Jackiecilley.com – Petani pinang di Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami peningkatan hasil panen pascabanjir bandang yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025. Syahrul, salah seorang petani berusia 44 tahun, melaporkan bahwa hasil panen per hektare meningkat signifikan, dari 800 kilogram menjadi satu ton.

Setelah dua bulan pascabencana, aktivitas pertanian di daerah ini mulai kembali normal meskipun akses jalan menuju lahan masih terhalang material banjir. Syahrul menyebutkan bahwa selama bencana, ia tidak dapat memanen pinang dan terlibat dalam kegiatan membersihkan lingkungan warga yang terdampak.

Harga pinang kering saat ini terpantau positif, naik dari Rp15 ribu menjadi Rp17 ribu per kilogram, seiring dengan masuknya musim kemarau yang mendukung kualitas dan kuantitas hasil panen. Periode panen pinang tua berlangsung setiap enam bulan, sementara pinang muda dapat dipanen setiap tiga bulan.

Doni, seorang pedagang pengumpul berusia 48 tahun, menambahkan bahwa peningkatan hasil panen juga disebabkan oleh adanya curah hujan dua bulan lalu. Ia kini mampu menampung 50 ton pinang kering per bulan, meningkat dari 40 ton sebelumnya.

Kondisi ini menggambarkan bagaimana petani di Palembayan secara bertahap bangkit pascabanjir, menciptakan peluang bagi perekonomian lokal untuk kembali pulih, meskipun tantangan masih ada. Dengan musim kemarau mendukung pertanian, harapan akan keberlanjutan hasil penanaman menjadi semakin nyata.

Baca Juga  Rupiah Melemah Dekati Rp17.000 per USD, Menurut Menteri Rosan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *