Jackiecilley.com – Pada bulan Ramadan, puasa menjadi momentum yang baik untuk terapi lambung, meskipun banyak penderita maag tetap merasa khawatir. Menurut Hizrah Bacan, musisi dan pengusaha herbal, selama berpuasa, asam lambung tidak berfungsi seperti biasanya, sehingga memberikan waktu istirahat bagi organ pencernaan.
Dalam sebuah acara di Jakarta pada 24 Januari 2026, Hizrah meluncurkan produk madu hijau edisi Ramadan yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan pencernaan. Ia merekomendasikan agar madu hijau dikonsumsi dua sendok makan sebelum sahur dan setelah berbuka puasa, baik dalam bentuk minuman langsung atau dicampur air hangat.
Madu hijau ini tidak hanya menguntungkan bagi sakit lambung, tetapi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, termasuk masalah pernapasan, kolesterol, asam urat, tekanan darah, dan daya tahan tubuh selama berpuasa. “Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk detoksifikasi tubuh. Dengan pola makan yang terbatas dan nutrisi dari madu hijau, banyak yang merasakan peningkatan kesehatan,” kata Hizrah.
Madu hijau edisi Ramadan hadir dengan kemasan baru dan formula tambahan habbatussauda, untuk lebih meningkatkan manfaatnya. Hizrah menekankan bahwa produk ini merupakan solusi untuk kesehatan selama ibadah puasa dan peringatan atas potensi madu hijau palsu yang beredar di pasaran. Produk resmi hanya diproduksi oleh PT Madu Hijau Indonesia.
Dengan harga khusus senilai Rp170 ribu per botol, madu hijau diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat selama Ramadan 2026. Peluncuran ini diharapkan menjadi pendukung bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci.