Pesawat ATR: Spesifikasi, Kapasitas, dan Kelebihannya di Landasan Pendek

[original_title]

Jackiecilley.com – Pesawat ATR memiliki peranan penting dalam penerbangan Indonesia, khususnya untuk rute jarak pendek yang menghubungkan kota-kota kecil dan daerah pelosok. Pesawat ini, yang dikenal sebagai “pesawat baling-baling” karena mesin turboprop-nya, diproduksi oleh kerjasama antara Airbus dari Prancis dan Leonardo dari Italia.

Sejak peluncurannya pada tahun 1980-an, ATR telah menjadi standar global untuk penerbangan regional. Terdapat dua varian utama yang beroperasi di Indonesia, yaitu ATR 42 dan ATR 72. ATR 42 kapasitasnya antara 40 hingga 52 penumpang, sedangkan ATR 72 yang lebih panjang dapat mengangkut 72 hingga 78 penumpang. Model terbaru, ATR 72-600, banyak digunakan karena teknologi kokpit digital yang canggih.

Keunggulan ATR di Indonesia sangat terlihat, terutama kemampuannya untuk beroperasi di bandara dengan landasan pendek, yang nominalnya kurang dari 1.000 meter. Ini sangat relevan untuk penerbangan ke daerah pegunungan Papua dan kepulauan kecil di Maluku. Selain itu, pesawat ini dikenal efisien dalam penggunaan bahan bakar dan mengeluarkan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan pesawat jet untuk rute jarak pendek.

Baru-baru ini, ATR kembali menjadi perhatian setelah insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42 milik Indonesia Air Transport di Maros, Sulawesi Selatan, pada 17 Januari 2026. Pesawat tersebut tengah menjalani misi patroli wilayah ketika dilaporkan hilang dari radar. Dengan kemampuannya untuk terbang di ketinggian rendah, ATR tidak hanya berfungsi untuk transportasi sipil, tetapi juga untuk keperluan pengawasan wilayah.

Hingga kini, ATR tetap menjadi solusi yang strategis dalam meningkatkan mobilitas masyarakat di seluruh Nusantara.

Baca Juga  Kebijakan Satu Akun Media Sosial, Ini Penjelasan Komdigi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *