Jackiecilley.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan rencana penempatan 302 lulusan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan untuk bekerja di luar negeri pada periode 2026–2027. Langkah ini diambil guna memperluas penyerapan tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan di pasar internasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, 61 lulusan akan diberangkatkan ke lima negara. Rinciannya, 27 orang akan bekerja di Taiwan, 22 orang di Jepang, enam orang di Suriname, lima orang di Korea Selatan, dan satu orang di Malaysia.
Para lulusan ini berasal dari berbagai program pendidikan, dengan 44 orang dari bidang perikanan tangkap, tujuh orang dari budi daya, dan 10 orang dari pengolahan hasil perikanan. Nyoman Radiarta menekankan bahwa penempatan ini mencerminkan kesempatan bagi lulusan untuk bersaing di pasar global.
Lulusan tersebut merupakan bagian dari Ocean Institute of Indonesia (OII), yang dibentuk melalui integrasi 11 perguruan tinggi dan politeknik di bawah naungan KKP. Saat ini, OII memiliki 5.955 peserta didik, terdiri dari 5.074 mahasiswa pendidikan tinggi dan 881 siswa pendidikan menengah.
Untuk meningkatkan kesempatan kerja, KKP akan memperkuat kolaborasi dengan industri lewat program magang, rekrutmen, dan penyerapan tenaga kerja. Selain itu, KKP berencana menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan teknologi, memperkuat jaringan penempatan kerja, serta melakukan evaluasi berkala terhadap kompetensi lulusan. Upaya tersebut diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.