Jackiecilley.com – Rudal balistik jarak pendek buatan Iran, Fateh-100 dan Zolfaghar, telah menarik perhatian dunia internasional, terutama membuat mantan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu gelisah. Kedua jenis rudal ini mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 3 dan memiliki jangkauan antara 500 hingga 1.000 kilometer.
Laporan dari Washington Post mengungkapkan bahwa Iran berencana untuk mentransfer rudal Fateh-110 dan Zolfaghar ke Rusia. Rudal Fateh-110 memiliki jangkauan sekitar 300 kilometer, sementara Zolfaghar dapat menjangkau target hingga 700 kilometer. Ketertarikan Rusia terhadap teknologi rudal Iran didasari oleh kualitasnya yang tinggi serta ketersediaan yang melimpah. Dari periode antara tahun 1988 hingga 2019, terdapat pembatasan dalam produksi rudal jarak pendek Rusia melalui perjanjian INF, yang membuat Rusia berusaha memperoleh teknologi alternatif.
Rusia sebelumnya menghadapi larangan untuk menguji dan mengembangkan rudal balistik dan jelajah berbasis darat dengan jangkauan antara 1.000 hingga 5.500 kilometer. Walaupun Rusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan rudal, negara tersebut tidak dapat memproduksi dalam jumlah besar sebelum konflik saat ini. Rumusan dari Bulgarian Military menunjukkan bahwa Rusia dapat menerima dua unit rudal balistik yang diproduksi Iran.
Lebih jauh lagi, pernyataan dari Dewan Keamanan PBB menyebutkan bahwa setelah 18 Oktober 2023, embargo ekspor teknologi rudal terhadap Iran akan berakhir. Kejadian ini membuka peluang baru bagi Iran dan sekutunya dalam pengembangan serta penyebaran senjata canggih di kawasan tersebut.