Rupiah Menguat Didukung Cadangan Devisa Indonesia yang Kuat

[original_title]

Jackiecilley.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 12 poin atau 0,07 persen pada penutupan perdagangan Rabu, tercatat di angka Rp17.887 per dolar AS dibandingkan Rp17.899 pada penutupan sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh kondisi cadangan devisa Indonesia, yang tetap kuat di posisi 146,3 miliar dolar AS pada bulan September, meski mengalami sedikit penurunan dari 146,5 miliar dolar AS di bulan Agustus.

Menurut Muhammad Amru Syifa, analis dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), cadangan devisa yang mencukupi untuk pembiayaan 5,3 bulan impor memberi sentimen positif terhadap kemampuan stabilisasi rupiah. Ia menjelaskan, keadaan ini menunjukkan ketahanan ekonomi yang baik, jauh di atas standar kecukupan internasional yang seharusnya minimal tiga bulan.

Amru menambahkan, penguatan rupiah tersebut juga didukung oleh pelemahan dolar AS, seiring meningkatnya harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan kebijakan moneternya. Namun, ia mengingatkan bahwa potensi penguatan rupiah mungkin terbatas karena pasar masih menunggu arahan dari risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan memengaruhi kebijakan suku bunga ke depan.

Pergerakan indeks dolar AS (DXY) dan sentimen global menjadi faktor krusial dalam menentukan arah nilai tukar rupiah di masa mendatang. Selain itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan penguatan dengan level Rp17.880 per dolar AS, naik dari Rp17.910 sebelumnya. Perkembangan ini mencerminkan dinamika yang sedang berlangsung dalam pasar valuta asing, di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga  Kemenperin Dukung Pemulihan Sentra IKM Alas Kaki untuk Ekonomi Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *