Polisi Korsel Geledah Markas Intelijen Usai Insiden Drone Korut

[original_title]

Jackiecilley.com – Polisi Korea Selatan (Korsel) melakukan penggerebekan di markas badan intelijen negara pada Selasa, 10 Februari 2026, terkait penyelidikan sebuah drone yang melintasi perbatasan menuju Korea Utara (Korut) dan ditembak jatuh oleh pasukan Pyongyang. Insiden ini memicu tuduhan dari Korut yang menyatakan bahwa Seoul bertanggung jawab atas penerbangan drone tersebut ke Kaesong, disertai bukti foto puing-puing pesawat nirawak yang jatuh.

Korea Selatan awalnya menolak keterlibatan pemerintah dalam pengoperasian drone, malah menduga bahwa tindakan tersebut mungkin dilakukan oleh warga sipil. Namun, situasi ini berubah ketika pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka tengah menginvestigasi tiga tentara aktif dan seorang pegawai badan intelijen yang diduga terlibat dalam insiden itu.

“Surat perintah penggeledahan dan penyitaan telah dilaksanakan di total 18 lokasi, termasuk Komando Intelijen Pertahanan dan Dinas Intelijen Nasional,” ungkap polisi dalam pernyataannya. Penyelidikan ini menekankan pentingnya keamanan dan situasi intelijen di kawasan yang dikenal sensitif tersebut.

Kejadian ini muncul di tengah ketegangan yang sudah ada antara Korsel dan Korut, terutama terkait aktivitas militer dan pengintaian. Insiden drone ini, yang berpotensi menciptakan kemarahan lebih lanjut, menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih baik dan transparansi di kedua negara. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai keterlibatan para pihak dan mencegah kemungkinan insiden serupa di masa depan.

Baca Juga  Polisi Amankan WFT, Tersangka di Balik Bjorka Si Peretas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *