Jackiecilley.com – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menjadi sorotan setelah klaim oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, mengenai penangkapannya oleh pasukan Delta Force Amerika Serikat. Serangan ini terjadi di tengah operasi besar-besaran Washington terhadap Venezuela yang dianggap sebagai upaya melawan penyelundupan narkoba. Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengkonfirmasi ketidaktahuan terhadap keberadaan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta meminta bukti keberadaan keduanya.
Insiden ini muncul setelah serangkaian serangan mematikan oleh militer AS di Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur, yang menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba. Penangkapan Maduro mengingatkan pada penangkapan para pemimpin dunia lainnya, termasuk mantan pemimpin militer Panama, Manuel Noriega, dan mantan Presiden Irak, Saddam Hussein, dalam intervensi militer yang sama oleh AS.
Kondisi ini memicu kekacauan politik di Venezuela, di mana pemerintah menuntut transparansi dari AS. Rodriguez menegaskan pentingnya untuk mengetahui kondisi Maduro dalam sebuah siaran audio yang ditayangkan di televisi pemerintah. Sementara itu, masyarakat internasional memperhatikan perkembangan ini dengan cermat, mengingat sejarah panjang intervensi luar negeri AS di Amerika Latin.
Situasi ini menunjukkan ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Venezuela, serta implikasi yang lebih luas terhadap dinamika politik regional. Ini juga menggugah diskusi tentang hak asasi manusia dan kedaulatan negara-negara yang terlibat dalam konflik. Ke depan, pengamatan terhadap langkah-langkah lanjutan dari kedua belah pihak sangat diperlukan untuk menilai kemungkinan resolusi konflik ini.