Jackiecilley.com – Pabrikan otomotif Jepang, Nissan, sedang mempersiapkan peluncuran kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) plug-in hybrid (PHEV) NX7, yang dijadwalkan untuk memasuki pasar China pada kuartal IV 2026. MKendaran terbaru dari Dongfeng Nissan ini menawarkan teknologi baterai berkapasitas 40,95 kWh, yang memiliki kemampuan menempuh jarak hingga 225 kilometer dengan menggunakan tenaga listrik.
Dengan dimensi panjang 4.785 mm, lebar 1.932 mm, dan tinggi 1.665 mm, NX7 dirancang sebagai SUV lima penumpang yang lebih kompak dibandingkan model NX8 yang dilengkapi dengan tiga baris kursi. Desain eksteriornya menampilkan lampu depan terpisah dan lampu belakang LED yang memanjang, sementara pelek tersedia dalam ukuran 18 atau 19 inci. Selain itu, kendaraan ini dilengkapi dengan sensor LiDAR sebagai opsi, guna mendukung teknologi bantuan berkendara.
Elektrifikasi adalah fokus utama pada NX7, yang menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan kapasitas yang sama. Berdasarkan uji WLTC, jarak tempuh kendaraan dengan tenaga listrik dapat mencapai 220-225 kilometer, tergantung pada konfigurasi. NX7 memadukan mesin bensin 1,5 liter dengan motor listrik, tetapi rincian pembagian tenaga antara kedua sumber penggerak tersebut belum diungkapkan.
Nissan juga mengonfirmasi bahwa NX7 akan dilengkapi dengan fitur Navigation on Autopilot (NOA) untuk meningkatkan kemudahan berkendara di perkotaan. Namun, detail mengenai perangkat lunak dan teknologi bantuan pengemudi yang digunakan pada NX7 masih belum diumumkan.
Peluncuran NX7 ini hadir di tengah tantangan penjualan yang dihadapi Dongfeng Nissan di China, dengan penurunan penjualan mencapai 54,5 persen pada Agustus 2026, dengan total 24.014 unit terjual dibandingkan tahun sebelumnya.