Menpar: JFC Perkenalkan Budaya Indonesia Sebagai Soft Power

[original_title]

Jackiecilley.com – Jember Fashion Carnaval (JFC) menampilkan kekayaan budaya Indonesia melalui festival busana yang spektakuler, menciptakan kekuatan diplomasi soft power di mata dunia. Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan pentingnya kreativitas sebagai identitas bangsa dan pendorong ekonomi. Acara tersebut dihelat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Minggu (tanggal tidak disebutkan).

Kementerian Pariwisata memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Jember dan Yayasan JFC yang telah berkontribusi lebih dari dua dekade untuk menjaga semangat festival ini. Widiyanti mengungkapkan bahwa JFC berasal dari visi almarhum Dynand Fariz, yang melihat potensi jalan-jalan di Jember sebagai panggung budaya dunia. Ia menjelaskan bahwa kostum peserta mencerminkan warisan budaya serta kearifan lokal yang diterjemahkan dalam bentuk kreatif.

JFC telah meraih pengakuan internasional, dengan partisipasi dalam acara-acara besar seperti di Times Square, Singapore Chingay Parade, dan G20. Karya-karya JFC juga berkontribusi kepada Indonesia dalam meraih penghargaan Best National Costume dalam pageant internasional. “Ketika masyarakat internasional mengenal budaya Indonesia melalui JFC, mereka akan ingin mengunjungi negara kita,” ujar Widiyanti.

Penyelenggaraan JFC pada tahun 2025 menarik lebih dari 1 juta pengunjung, termasuk wisatawan asing dari berbagai negara. Keberhasilan festival ini, menurut Widiyanti, tidak hanya diukur dari kemewahan pertunjukan, melainkan juga dampak positif terhadap masyarakat lokal serta peluang ekonomi yang dihasilkannya. Widiyanti berharap JFC dapat terus menginspirasi dan membawa nama Indonesia harum di pentas internasional.

Baca Juga  Sarinah Sasar 300 Ribu Pengunjung Selama Libur Nataru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *