Jackiecilley.com – Iran memberikan peringatan kepada negara-negara dan perusahaan yang menerima pembayaran dari aset beku Iran terkait proposal yang diumumkan oleh Amerika Serikat. Brigadir Jenderal Ebrahim Zolfaqari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menegaskan bahwa kapal-kapal yang terlibat tidak akan diizinkan melintasi Selat Hormuz.
Peringatan ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa kompensasi untuk kapal-kapal yang mengalami kerusakan dalam konflik terbaru dengan Iran akan dibayarkan dari aset Iran yang saat ini dibekukan. Zolfaqari menilai langkah ini sebagai tindakan ilegal dan memperingatkan bahwa menerima pembayaran tersebut akan mengakibatkan konsekuensi serius bagi pihak-pihak terkait.
Zolfaqari menegaskan, “Mulai sekarang, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan mengizinkan kapal-kapal mereka untuk melewati Selat Hormuz.” Pernyataan ini menunjukkan ketegasan Iran dalam menjaga selat strategis tersebut, yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia untuk pengiriman minyak dan komoditas lainnya.
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan menjadi jalur vital bagi pengiriman lebih dari sepertiga minyak dunia. Wajar jika ancaman Iran ini menjadi perhatian besar bagi komunitas internasional, terutama negara-negara yang bergantung pada kelancaran lalu lintas perdagangan di wilayah tersebut.
Dengan prospek meningkatnya ketegangan, situasi ini dapat berdampak pada pasokan energi global serta hubungan diplomatik antara Iran dan negara-negara barat. Iran menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi aset dan kepentingannya di tengah konflik yang berkepanjangan ini.