Jackiecilley.com – Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia telah resmi dideklarasikan dengan tujuan menjembatani kerjasama bisnis antara Indonesia dan China. Deklarasi ini berlangsung di Jakarta, dan diharapkan menjadi platform bagi para pengusaha dari kedua negara untuk memperluas jaringan dan menjelajahi peluang ekonomi.
Ketua Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia, Ye Daifeng, menyatakan bahwa organisasi ini berfungsi sebagai rumah bagi anggota serta jembatan kolaborasi. Hal ini mendorong perusahaan asal Hangzhou, yang dikenal unggul di bidang ekonomi digital, manufaktur cerdas, dan industri kreatif, untuk meningkatkan kehadiran mereka di Indonesia. Ye menekankan bahwa kewirausahaan dari Hangzhou memiliki potensi besar untuk berkembang memanfaatkan pasar Indonesia yang luas.
Selain itu, Ye mencatat komitmen para pengusaha Hangzhou untuk mematuhi regulasi nasional dan menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat lokal. “Peluang hanya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang siap, memahami regulasi, dan menjaga integritas,” tegasnya.
Dari sisi kerjasama bilateral, Ketua Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-Tiongkok, Mayjen (Purn.) Sudrajat, menggarisbawahi bahwa Kamar Dagang Hangzhou akan menjadi titik awal yang penting dalam menghubungkan pengusaha kedua negara. Ia percaya bahwa kemitraan ini merupakan pilar strategis dalam hubungan Indonesia dan China yang telah berkembang pesat.
Dalam konteks perdagangan, laporan Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai 54,17 miliar dolar AS dan impor yang dilakukan selama periode Januari-September 2026 mencapai 76,16 miliar dolar AS. Komoditas utama dalam perdagangan ini mencakup nikel, minyak nabati, serta barang elektronik dan plastik.
Dengan demikian, Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia diharapkan dapat mendorong kerjasama yang saling menguntungkan dan memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.