Jatim Jadi Model Penanganan Terpadu Kekerasan Perempuan dan Anak

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengumumkan bahwa Jawa Timur akan menjadi proyek percontohan dalam penyinergian data penanganan terpadu terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Senin lalu.

Arifah menjelaskan bahwa saat ini, data terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terpisah-pisah di berbagai instansi, termasuk pengumpulan data dari SIMFONI PPA, kepolisian, Komnas Perempuan, Komnas HAM, dan KPAI. Proyek ini diharapkan akan memperkuat pendataan terpadu, sehingga penanganan kasus dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Sementara itu, Arifah Fauzi mengapresiasi pembentukan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) di Polda Jawa Timur, bersama dengan lima Polres, termasuk Polrestabes Surabaya dan Polresta Sidoarjo. Ia menyatakan bahwa pembentukan direktorat ini akan memperkuat kapasitas Kementerian dan memastikan kasus-kasus terkait perempuan dan anak ditangani hingga tuntas.

Dalam pernyataannya, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, juga menyambut baik inisiatif ini. Dia menggarisbawahi bahwa pembentukan Ditres PPA-PPO merupakan langkah strategis dalam menangani kompleksitas kasus perempuan dan anak, termasuk perdagangan orang dan eksploitasi pekerja anak. Nanang menegaskan bahwa unit baru ini sudah dilengkapi dengan sumber daya yang kompeten untuk memberikan penanganan yang cepat, tepat, dan berkeadilan.

Kerja sama antara KemenPPPA dan Polda Jawa Timur diharapkan dapat mengoptimalisasi layanan bagi perempuan dan anak sebagai korban kekerasan dan perdagangan orang.

Baca Juga  Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah Jadetabek pada Selasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *