Iran Siap Bernegosiasi untuk Cegah Invasi AS dan Kesepakatan Nuklir

[original_title]

Jackiecilley.com – Iran menunjukkan kesiapannya untuk berkompromi demi mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat, terutama jika AS bersedia membahas pencabutan sanksi. Hal ini disampaikan oleh Majid Takht-Ravanchi, wakil menteri luar negeri Iran, dalam sebuah wawancara dengan BBC. Ia menegaskan bahwa saat ini bola ada di tangan AS untuk menunjukkan itikad baik dalam negosiasi yang telah berjalan lama.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mencatat bahwa Presiden Donald Trump lebih menginginkan kesepakatan, namun dinyatakan sulit untuk mencapainya dengan Iran. Takht-Ravanchi menambahkan, jika AS tulus, ada harapan untuk menuju kesepakatan tersebut. Respons AS terhadap penolakan Iran dalam kesepakatan nuklir sebelumnya, termasuk peningkatan kehadiran militer di kawasan, juga menjadi sorotan.

Awal Februari, kedua negara melakukan pembicaraan tidak langsung di Teluk Oman, dengan rencana putaran kedua di Jenewa. Takht-Ravanchi menyatakan pertemuan tersebut menunjukkan tanda positif, meskipun penilaian terlalu dini untuk dibuat. Tawaran Iran untuk mengurangi tingkat pengayaan uranium menjadi 60% dianggap sebagai langkah kompromi yang menunjukkan keseriusan mereka.

Terkait dengan sanksi, Takht-Ravanchi menyatakan kesiapan Iran untuk mendiskusikan berbagai isu terkait program nuklir mereka, tanpa merincikan jenis sanksi yang mungkin akan dibahas. Diskusi mengenai pengiriman persediaan uranium yang diperkaya tinggi juga menjadi topik penting, di mana Rusia menunjukkan ketertarikan untuk menerima material tersebut kembali.

Penting bagi kedua belah pihak untuk mendiskusikan langkah-langkah konkret dalam negosiasi ini, mengingat latar belakang krisis hak asasi manusia dan ketegangan di kawasan ini.

Baca Juga  Bakso Kembali Ke Korea, Penjual Ini Temui Presiden Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *