Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan yang negatif pada Rabu sore, menurun 55,70 poin atau 0,86 persen menjadi 6.394,13. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya bursa saham di kawasan Asia, yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, isu internasional terkait potensi serangan Iran terhadap aset-AS di Bulgaria dan Siprus, serta keputusan Uni Emirat Arab yang menghentikan perdagangan dengan Iran, turut berkontribusi pada situasi ini. Ketegangan geopolitik yang memanas berpotensi mempengaruhi harga minyak di pasar global, sehingga berdampak negatif pada indeks saham.
Di sisi domestik, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan untuk tetap mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen. Keputusan tersebut sejajar dengan estimasi para analis, sementara nilai tukar Rupiah mengalami penguatan sebesar 0,12 persen menjadi Rp17.862 per dolar AS.
IHSG dibuka melemah dan terus berada di zona negatif sepanjang sesi perdagangan. Dari segi sektoral, dua sektor yang menunjukkan penguatan adalah infrastruktur dan properti, dengan kenaikan masing-masing 0,73 persen dan 0,63 persen. Namun, sembilan sektor lainnya mengalami penurunan, dengan sektor barang baku turun paling dalam sebesar 1,14 persen.
Frekuensi perdagangan hari itu tercatat mencapai 2.178.000 transaksi dengan total nilai perdagangan sebesar Rp14,25 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 257 saham naik, 379 saham menurun, dan 317 saham tidak mengalami perubahan nilai. Bursa saham Asia secara keseluruhan juga menunjukkan penurunan, mencerminkan dampak ketegangan yang ada.