Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada Senin pagi, melemah 70,36 poin atau 0,84 persen menjadi 8.259,25. Penurunan ini terjadi di tengah sikap “wait and see” pelaku pasar, terutama investor asing, yang menantikan hasil pertemuan antara otoritas pasar modal Indonesia dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada sore hari yang sama.
Analis pasar, Ratna Lim dari Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa secara teknikal, IHSG diperkirakan akan konsolidasi dalam rentang 8.150 hingga 8.600 selama pekan ini. Ia menekankan pentingnya IHSG untuk bertahan di atas angka 8.600 agar dapat melanjutkan tren rebound.
Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh pengunduran beberapa pejabat utama di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Untuk merespons situasi ini, pemerintah berencana segera menunjuk pejabat sementara agar dapat menstabilkan situasi. Di sisi lain, pelaku pasar juga akan membahas berbagai indikator ekonomi domestik seperti indeks PMI manufacturing, neraca perdagangan, dan inflasi yang dirilis dalam pekan ini.
Dalam konteks internasional, data tenaga kerja dan indeks PMI dari Amerika Serikat serta kebijakan moneter oleh European Central Bank dan Bank of England juga akan diperhatikan. Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham AS mengalami penurunan; indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 0,36 persen, sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,43 persen dan 1,28 persen.
Indeks saham regional Asia menunjukkan kinerja yang beragam, di mana indeks Nikkei mengalami kenaikan sementara indeks Hang Seng dan Shanghai mengalami penurunan.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/02/BEI-sempat-terapkan-trading-halt-lagi-290126-Ada-1.jpg)