Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore mengalami penurunan, dengan penutupan melemah 60,45 poin atau 0,98 persen di level 6.116,69. Keadaan ini dipicu oleh sikap investor yang memilih untuk menunggu dan melihat setelah adanya pengumuman klasifikasi pasar dari MSCI yang dijadwalkan pada Rabu (24/06).
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyampaikan bahwa kekhawatiran mengenai kemungkinan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral turut memengaruhi keputusan investor. Penurunan penilaian mengenai Information Flow Indonesia oleh MSCI serta penghapusan sejumlah saham domestik dari indeks FTSE Russell juga menjadi faktor penguat pelemahan IHSG.
Sementara itu, pengumuman MSCI akan menentukan apakah klasifikasi pasar saham Indonesia tetap di kategori Emerging Market atau turun ke Frontier Market. Penurunan klasifikasi ini dikhawatirkan dapat memicu arus keluar modal asing yang signifikan dari pasar keuangan Indonesia.
Dalam perkembangan bursa regional, indeks di Asia memperlihatkan pergerakan variatif akibat ketidakpastian yang terus berlanjut dari konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Bank sentral China juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman acuan tidak berubah, menunjukkan kehati-hatian di tengah perlambatan konsumsi dan investasi.
Pada penutupan perdagangan, sektor energi mencatatkan kenaikan 1,47 persen, sedangkan sektor barang baku mengalami penurunan signifikan sebesar 2,49 persen. Sebanyak 227 saham mengalami penguatan, sedangkan 471 saham melemah, dengan 261 saham tidak bergerak. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.709.000 transaksi, dengan nilai perdagangan mencapai Rp13,47 triliun.