Gubernur NTT: FTZ RI-Timor Leste Ciptakan Pusat Ekonomi Baru

[original_title]

Jackiecilley.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan bahwa pembentukan Zona Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) antara Indonesia dan Timor Leste merupakan langkah strategis untuk menjadikan kawasan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Dalam pernyataannya di Kupang, ia menekankan pentingnya pengoptimalan potensi ekonomi yang ada di perbatasan antara NTT dan Timor Leste.

Menurut Melki, posisi geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste menawarkan keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan industri di kawasan tersebut. Dia menyebutkan bahwa pemerintah provinsi menetapkan target agar semua persiapan teknis untuk pembentukan FTZ dapat diselesaikan pada tahun ini atau paling lambat tahun depan.

Proses pembentukan FTZ, lanjutnya, membutuhkan tahapan hukum dan administratif yang tidak bisa dilakukan secara instan. Saat ini, pemerintah fokus pada penyusunan pra-studi kelayakan, pengumpulan data dasar, dan identifikasi kebutuhan infrastruktur penting. Melki menggarisbawahi perlunya dasar yang kuat dalam perencanaan tanpa terburu-buru, sambil tetap berusaha melanjutkan proses dengan para pemangku kepentingan di daerah.

Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi dengan pemerintah Timor Leste berjalan baik, dan mereka mendapatkan respon positif terhadap gagasan ini. Persiapan konkret termasuk penentuan lokasi kawasan perdagangan bebas sedang dibahas bersama pemerintah kabupaten dalam wilayah perbatasan.

Lebih lanjut, Melki meminta agar masyarakat siap beradaptasi dengan perubahan dan menunjukkan bahwa FTZ bertujuan untuk meningkatkan arus barang antarnegara serta mengubah pandangan tentang kawasan perbatasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan pentingnya pengolahan komoditas unggulan di NTT untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja, serta memperbaiki pendapatan masyarakat.

Dengan segala keunggulan yang dimiliki, Melki percaya bahwa NTT dapat menjadi pusat produksi dan industri yang bermanfaat bagi kesejahteraan warganya.

Baca Juga  Pemkab Bantul Tingkatkan Pariwisata Berbasis Komunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *