Site icon Jackiecilley.com

Ekonomi RI Harus Utamakan Pengembangan Rantai Nilai Mineral Kritis

[original_title]

Jackiecilley.com – Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menekankan pentingnya pengembangan rantai nilai mineral kritis di Indonesia agar dapat memanfaatkan peluang pasar global, terutama dari Amerika Serikat (AS). Dalam pernyatannya, Fakhrul menyebutkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan pada mineral seperti nikel, timah, dan tembaga, serta kobalt yang berhubungan dengan pengolahan nikel laterit. Mineral-mineral ini memainkan peran penting dalam berbagai sektor, termasuk elektrifikasi, jaringan listrik, dan teknologi tinggi.

Menurut Fakhrul, fokus pada pengembangan mineral yang menjadi kekuatan nasional lebih esensial dibandingkan memperbanyak jumlah mineral strategis. Ia menjelaskan bahwa memiliki mineral strategis tidak otomatis menjadikan suatu negara berperan penting dalam ekonomi global; yang lebih menentukan adalah sejauh mana mineral tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya tawar ekonomi.

Fakhrul juga menyoroti bahwa perhatian AS terhadap rantai pasok mineral kritis merupakan perubahan signifikan dalam kebijakan ekonomi global. AS telah menyediakan anggaran sekitar 3 miliar dolar AS untuk mendukung proyek pertambangan dan pengolahan mineral kritis, yang membuka peluang bagi Indonesia untuk memperbaiki hilirisasi.

Dalam konteks ini, Fakhrul berpendapat bahwa Indonesia harus memperkuat kepastian dan konsistensi regulasi untuk mendukung investasi jangka panjang. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat mencapai keseimbangan antara penerimaan negara, pembangunan industri, dan keberlanjutan lingkungan. Terakhir, penekanan pada pengembangan rantai nilai domestik untuk mineral unggulan seperti nikel, tembaga, dan timah sangat diperlukan, agar nilai mineral meningkat seiring dengan investasi dan inovasi teknologi yang diterapkan.

Exit mobile version