Jackiecilley.com – Hujan deras dan banjir yang melanda Nagoya, Jepang, menghadapi tim basket putra Indonesia menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tim ini baru saja menempuh perjalanan panjang yang terpaksa dialihkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sekretaris Jenderal Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Nirmala Dewi, menjelaskan bahwa para pemain yang baru tiba di Nagoya harus segera keluar dari tempat berlindung mereka setelah menerima peringatan darurat. “Mereka sudah sampai, tetapi langsung diminta keluar karena ada sirene,” ungkap Nirmala.
Peristiwa ini terlihat dalam unggahan media sosial tim, di mana atlet Derrick Michael merekam suasana evakuasi setelah hanya dua jam tiba di Nagoya. Perjalanan ke Jepang memakan waktu sekitar 40 jam, dengan rute melalui Surabaya dan Singapura karena perubahan jadwal akibat erupsi.
Nirmala menambahkan, tim seharusnya berangkat bersama-sama dari Bandara Soekarno-Hatta. Kendati harus menghadapi kendala ini, ia tetap optimis bahwa persiapan tim tidak akan terganggu. “Kami berangkat lebih awal untuk penyesuaian cuaca dan latihan agar mereka terbiasa,” tambahnya.
Tim basket putra Indonesia dijadwalkan bertanding pada 10 September mendatang. Nirmala yakin para atlet dapat segera beradaptasi dengan kondisi setempat. “Anak-anak sudah terbiasa melakukan perjalanan internasional untuk latihan dan pertandingan, jadi kami berharap tidak ada kesulitan yang berarti,” tuturnya.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, harapannya adalah tim dapat mempersembahkan penampilan terbaik di ajang bergengsi ini.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/09/cdm-asian-games-2026-tinjau-pelatnas-basket-2857632.jpg)