Jackiecilley.com – Aktivis Gerakan Terus Jadi Anti Pembual (Terjal), Luke Susilo, mengungkapkan bahwa ia telah menjadi korban penganiayaan di kawasan Penggilingan, dekat Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 5 November 2026, saat Luke mengawal sidang terkait ijazah Presiden Jokowi.
Menurut keterangan dari Luke, ia diserang oleh dua orang tidak dikenal setelah menyelesaikan kegiatan di pengadilan. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa dirinya dikepung dan dipukuli secara tiba-tiba. Kejadian ini menimbulkan keheranan, terutama mengingat bahwa aktivitasnya berkaitan dengan upaya transparansi di bidang pemerintahan.
Penganiayaan ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk aktivis hak asasi manusia dan masyarakat sipil. Mereka mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menuntut pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan mendalam. Menurut para aktivis, insiden ini menunjukkan potensi ancaman terhadap kebebasan berekspresi di Indonesia.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelidiki kasus ini. Namun, Luke berharap agar pelaku dapat segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap aktivis dan jurnalis yang bekerja untuk kepentingan publik.
Kasus ini menjadi sorotan, mengingat konteks politik Indonesia yang tengah berlangsung dan meningkatnya ketegangan terkait isu-isu sensitif. Luke Susilo berharap insiden tersebut tidak mengurangi semangatnya dan rekan-rekannya dalam memperjuangkan keadilan dan transparansi.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/11/aktivis-luke-susilo-dianiaya-otk-di-sekitar-pn-jaktim-usai-kawal-sidang-ijazah-jokowi-usk.jpg)