Jackiecilley.com – Keberadaan Danantara dianggap sebagai instrumen strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan, menurut Firmansyah, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip). Dalam sebuah diskusi publik daring yang diadakan bersama Indef pada hari Kamis, Firmansyah menjelaskan bahwa Danantara bukan solusi instan untuk pertumbuhan ekonomi, melainkan upaya untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan yang lebih kuat dan stabil.
Firmansyah merujuk kepada hasil riset yang dilakukan menggunakan Overlapping Generations Model untuk Indonesia (OG-IDN), yang difokuskan pada dampak kebijakan fiskal dan investasi lintas generasi. Ia menekankan bahwa Danantara beroperasi sebagai lembaga pengelola dana abadi dengan dampak yang mulai terlihat dalam jangka menengah hingga panjang.
Dalam simulasi yang dilakukan, pembentukan Danantara melibatkan beberapa fase: dimulai dari pembangunan kepercayaan hingga konsolidasi peran ekonomi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan output produk domestik bruto (PDB) serta akumulasi kapital yang menunjukkan bahwa Danantara berfokus pada perbaikan sisi penawaran ekonomi.
Di samping itu, simulasi juga mengindikasikan bahwa pengeluaran rumah tangga akan meningkat seiring dengan membaiknya produktivitas, upah, dan insentif kerja, meskipun terjadi tekanan pada konsumsi masyarakat dalam jangka pendek, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah. Firmansyah mengingatkan pentingnya kebijakan pendamping untuk mendukung proses penyesuaian ini.
Penting untuk dicatat, Danantara bukanlah pengganti kebijakan jangka pendek dalam menciptakan lapangan kerja, dan perlu dikombinasikan dengan kebijakan padat karya serta perlindungan sosial untuk mencapai hasil yang optimal. Firmansyah menekankan bahwa keberhasilan Danantara sangat bergantung pada tata kelola yang baik dan disiplin fiskal.