Korban Serangan AS di Pernikahan Iran Meningkat Jadi 68 Orang

[original_title]

Jackiecilley.com – Serangan militer Amerika Serikat (AS) yang menyasar warga sipil di sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Sirik, Iran, telah menyebabkan lonjakan jumlah korban luka menjadi 68 orang. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Hormozgan, Ahmad Nafisi, pada Selasa (2/9/2026). Insiden tragis ini juga mengakibatkan sedikitnya empat orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Nafisi melaporkan adanya korban jiwa pada serangan tersebut, yang menimbulkan kepanikan di komunitas setempat. Serangan ini terjadi saat perayaan pernikahan, sebuah momen yang seharusnya diisi dengan kebahagiaan, namun berakhir dalam tragedi. Data terbaru menunjukkan bahwa dampak serangan tersebut semakin meluas, menggugah perhatian publik akan keamanan para warga sipil di Iran.

Menanggapi insiden ini, Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengeluarkan pernyataan tegas yang menuntut tanggung jawab AS. Azizi menyebut serangan ini sebagai bukti keputusasaan dari negara yang dikenal mempromosikan hak asasi manusia, mengaitkan serangan itu dengan kejahatan serupa di daerah lain seperti Minab dan Lamerd.

Azizi menegaskan bahwa Iran akan melakukan tindakan balasan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam serangan ini. Dia memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran siap menghadapi segala bentuk aksi agresi yang tidak dapat diterima. Peringatan keras ini menunjukkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara, serta potensi konsekuensi lebih lanjut bagi stabilitas wilayah tersebut.

Dengan berkembangnya situasi ini, banyak pihak mengawasi perkembangan selanjutnya dan respons dari pemerintah Iran terhadap serangan yang mengganggu acara suci tersebut.

Baca Juga  Kerja Sama Pemantauan Digital Picu Kekhawatiran Soal Batasan Privasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *