Strategi 3S Kemnaker untuk Lindungi Pekerja Muda dari AI

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan strategi triple skilling atau 3S, yang terdiri dari upskilling, reskilling, dan cross-skilling, guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam acara Pink Model United Nations (PinkMUN) 2026 di Jakarta, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menyampaikan bahwa AI telah mengubah lanskap dunia kerja, menciptakan kebutuhan akan keterampilan baru yang harus dihadapi generasi muda.

Afriansyah menjelaskan bahwa upskilling bertujuan untuk meningkatkan keahlian yang telah ada agar selaras dengan kemajuan teknologi, sedangkan reskilling meliputi pelatihan bagi pekerja yang terpukul oleh disrupsi agar dapat beralih ke sektor baru. Cross-skilling diperlukan untuk memberikan kombinasi keterampilan yang fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai bidang. Ini menjadi krusial mengingat Indonesia tengah menikmati bonus demografi, di mana lebih dari 68 persen penduduk berada pada usia produktif.

Meskipun potensi yang besar, Afriansyah menegaskan pentingnya kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan pasar guna menghindari fenomena ketidaksesuaian keterampilan. Untuk itu, Kemnaker melakukan reorientasi kurikulum pelatihan vokasi dengan memasukkan literasi AI dan keterampilan nonteknis seperti berpikir kritis dan kepemimpinan. Modernisasi fasilitas pelatihan juga dilakukan agar sesuai dengan perkembangan industri.

Selain itu, Kemnaker berkomitmen memperluas akses pelatihan vokasi secara inklusif, dengan fokus pada peningkatan partisipasi perempuan dalam sains dan teknologi serta penjangkauan generasi muda di wilayah terpencil. Afriansyah mendorong generasi muda untuk terus belajar dan beradaptasi demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga  Denpasar Siapkan Dana Pendukung Ekonomi Usaha Terkena Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *