Jackiecilley.com – Target pemerintah untuk tahun 2026 adalah menyediakan 160 ribu sambungan rumah tangga jaringan gas bumi (jargas) berbasis Compressed Natural Gas (CNG) di berbagai kota, termasuk Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat kunjungannya ke Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lelang untuk proyek ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli, setelah kajian kesiapan tiap daerah selesai dilakukan.
Pengembangan jaringan gas berbasis CNG diharapkan mempercepat akses energi bersih, terutama di daerah yang belum terhubung jaringan pipa gas. Yuliot menjelaskan bahwa solusi ini memungkinkan distribusi energi tanpa memerlukan investasi besar dalam pembangunan jaringan pipa yang memakan waktu. “Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan jumlah sambungan rumah tangga melalui anggaran negara yang tersedia,” ungkapnya.
Sleman sendiri saat ini memiliki 4.545 sambungan rumah tangga, dengan jaringan distribusi gas sepanjang lebih dari 141 kilometer, penyaluran gas mencapai 84 ribu meter kubik per bulan. Inovasi CNG Clustering, menurut Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto, adalah cara efektif untuk menjangkau wilayah yang belum terhubung jaringan utama.
Dengan pengawasan yang ketat dan teknologi pengaturan tekanan yang andal, pasokan gas bumi ke rumah tangga dijamin aman. Kehadiran jargas ini juga menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, memberi kenyamanan bagi masyarakat dengan pasokan gas yang berkelanjutan.