Mentan: Permintaan Pupuk Urea RI Naik Usai Penutupan Hormuz

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Indonesia telah menerima permintaan impor pupuk urea dari tiga negara, di tengah situasi penutupan Selat Hormuz. Pernyataan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu produsen pupuk yang strategis di tingkat global.

Amran menyampaikan hal tersebut dalam kunjungannya di Gudang Bulog Panaikang, Makassar, pada hari Minggu. Meskipun terdapat permintaan, ia menahan diri untuk mengungkapkan nama-nama negara yang mengajukan permohonan, karena proses negosiasi masih berlangsung. Ia berharap hasil negosiasi tersebut dapat memberikan nilai tambah yang berarti bagi Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pupuk nasional. Sejak awal tahun, pengamanan telah dilakukan melalui pembelian bahan baku. Upaya ini bertujuan agar ketersediaan pupuk dapat terjaga, bahkan dalam situasi global yang tidak menentu.

Amran menekankan bahwa ketegangan politik di kawasan Timur Tengah tak akan berpengaruh signifikan terhadap harga pangan di Indonesia. Saat ini, ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman, dengan stok mencapai 4,5 juta ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 11 bulan ke depan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengonfirmasi bahwa ekspor pupuk urea akan tetap dilakukan, asalkan kebutuhan domestik terpenuhi terlebih dahulu. Fokus utama tetap pada pemeliharaan stabilitas pasokan pupuk untuk sektor pertanian di dalam negeri.

Baca Juga  Strategi Manajemen Risiko Hutama Karya di Proyek Jalan Tol Trans Sumatera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *