Waspadai Diet Gula dan Garam Saat Puasa yang Berisiko pada Kulit

[original_title]

Jackiecilley.com – Menjaga kesehatan kulit selama Ramadan menjadi perhatian penting, terutama berkaitan dengan pola makan saat berbuka dan sahur. Dr. dr. Fitria Agustina, seorang dokter spesialis dermatologi, mengingatkan dampak konsumsi makanan tinggi gula dan garam. Keduanya dapat mengakibatkan kulit kehilangan hidrasi, berpotensi menyebabkan kekeringan.

Fitria menjelaskan bahwa asupan berlebihan dari kedua zat ini menarik cairan dari sel-sel kulit, mengakibatkan apa yang dikenal sebagai hilangnya hidrasi pada berbagai lapisan kulit. Hal ini berisiko menyebabkan masalah kulit, terutama jerawat, yang sering muncul di awal Ramadan, saat tubuh beradaptasi terhadap perubahan pola makan dan minum.

Pada fase ini, banyak orang mengalami kekurangan cairan, yang mengganggu lapisan pelindung kulit dan keseimbangan mikrobioma alaminya. Jika terjadi disbiosis, masalah seperti jerawat lebih mudah timbul, dan kondisi kulit yang sudah ada dapat menjadi lebih parah. Fitria mengungkapkan, gangguan tersebut bisa memperburuk dermatitis atopik, rosacea, atau psoriasis.

Selain gula dan garam, konsumsi gorengan juga menjadi perhatian. Kandungan tepung dalam gorengan, yang tinggi indeks glikemik, dapat memicu lonjakan insulin dan aktivitas kelenjar minyak di kulit. Fitria menyarankan untuk membatasi konsumsi gorengan dan memilih cara memasak yang lebih sehat.

Sebagai langkah pencegahan, disarankan untuk minum minimal delapan gelas air sehari serta mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kesehatan kulit selama bulan puasa.

Baca Juga  Dua Pelajar di Tegal Terdampak saat Bikin Konten Terjun ke Sungai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *