Jackiecilley.com – Kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan media dinilai sebagai langkah krusial dalam memperkuat pembangunan hak asasi manusia (HAM) melalui penyebaran informasi edukatif serta pengawasan publik. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa peran pers amat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai HAM, sekaligus memperkuat praktik demokrasi di Indonesia.
Dalam acara peluncuran Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM di Jakarta, Rabu, Pigai menyampaikan bahwa tanpa keterlibatan komunitas media, upaya ini sulit dilakukan. Ia menyatakan, “Pers adalah salah satu kekuatan terbesar yang mampu membangun peradaban pembangunan hak asasi manusia di negara kita.” Hal ini menekankan pentingnya media dalam menyampaikan informasi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendidik masyarakat.
Media diharapkan mampu mengkampanyekan berbagai upaya pembangunan HAM di berbagai sektor, termasuk sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Pigai menambahkan, “Media harus bisa mengampanyekan hal-hal positif tentang pembangunan nasional.” Dengan demikian, publik dapat lebih memahami isu-isu terkait hak asasi manusia dan ikut berpartisipasi dalam dialog konstruktif.
Melalui kolaborasi ini, Pigai berharap dapat tercipta ruang dialog yang memperkuat partisipasi masyarakat dalam pemajuan HAM. Ia juga mengajak kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kerja sama dengan media guna memperluas keterlibatan dalam pembangunan peradaban yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi manusia.