Pembebasan Lahan Sitinjau Lauik Ditargetkan Rampung Maret

[original_title]

Jackiecilley.com – Proyek Fly Over atau Jalan Layang Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok dan sekitarnya, ditargetkan untuk menyelesaikan pembebasan lahan pada Maret 2026. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan bahwa pembebasan lahan merupakan langkah krusial sebelum pengerjaan fisik proyek dimulai.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan pembebasan lahan demi kelancaran pembangunan. Proyek ini merupakan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha dengan total investasi mencapai Rp2,79 triliun. Arry menegaskan bahwa kendala dalam pembebasan lahan tidak berkaitan dengan harga yang akan dibayarkan, melainkan lebih terkait dengan siapa yang berhak atas lahan tersebut.

Kendati demikian, sebagian besar area yang akan digunakan untuk proyek ini telah berhasil dibebaskan. Proyek Jalan Layang Sitinjau Lauik tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah kemiringan curam dan tikungan tajam di wilayah Sitinjau Lauik, serta meningkatkan mobilitas masyarakat.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI asal Sumbar, Andre Rosiade, mendesak pemerintah untuk mempercepat proses pembebasan lahan. Menurutnya, pengerjaan proyek saat ini terhambat karena masalah lahan, meskipun dana dan kesiapan anggaran sudah ada.

Pembangunan Flyover Panorama I ini diharapkan tidak hanya mengurangi kecelakaan lalu lintas, tetapi juga mempermudah arus distribusi barang dari Provinsi Sumbar ke daerah sekitarnya. Diharapkan, dengan penyelesaian proyek ini, mobilitas dan keselamatan berlalu lintas di kawasan tersebut dapat meningkat secara signifikan.

Baca Juga  Penemuan Mayat Tanpa Kepala Diduga Pegawai Kemendagri di Pancoran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *