Site icon Jackiecilley.com

Wilayah Terkait Gerhana Matahari Cincin 2026, Indonesia Terlewat

[original_title]

Jackiecilley.com – Dunia astronomi akan menyaksikan Gerhana Matahari Cincin yang pertama dan satu-satunya di tahun 2026, yang dijadwalkan terjadi pada 17 Februari. Fenomena ini, sering disebut sebagai “Ring of Fire”, akan menjadi daya tarik bagi pencinta astronomi meskipun jalur totalitasnya hanya terbatas di lokasi-lokasi yang ekstrem.

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada di apogee, titik terjauh dari Bumi, sehingga tampak lebih kecil daripada Matahari. Saat Bulan melintas, ia tidak sepenuhnya menutupi Matahari, menyisakan garis bercahaya di sekitar piringan Matahari. Menurut sumber resmi, fase parsial gerhana akan dimulai pada pukul 09:56 UTC, sedangkan fase “cincin” utama akan terlihat pada pukul 11:42 UTC, dan puncaknya diperkirakan akan berlangsung pada pukul 12:12 UTC selama sekitar 2 menit 20 detik.

Jalur utama gerhana kali ini melintasi benua Antartika, dengan hanya beberapa stasiun penelitian seperti Stasiun Concordia dan Mirny yang bisa menikmati keseluruhan fase cincin. Meskipun demikian, masyarakat di wilayah lain, termasuk Afrika Selatan, Namibia, Zimbabwe, serta bagian selatan Argentina dan Chile, dapat menyaksikan fenomena ini dalam bentuk gerhana sebagian.

Bagi masyarakat Indonesia, sayangnya, gerhana ini tidak dapat disaksikan karena jalur bayangan Bulan tidak melintasi wilayah Asia. Warga di tanah air harus menunggu hingga tahun 2027 atau 2028 untuk menyaksikan gerhana matahari berikutnya.

Para pakar mengingatkan pentingnya menggunakan filter matahari yang sesuai saat mengamati gerhana untuk melindungi mata dari radiasi berbahaya. Penggunaan kacamata hitam biasa tidak disarankan karena tidak dapat melindungi dari sinar inframerah dan ultraviolet.

Exit mobile version