Jackiecilley.com – Vietnam dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) resmi menandatangani perjanjian perdagangan bebas pada Minggu (18/10) di Hanoi. EFTA terdiri dari Norwegia, Swiss, Islandia, dan Liechtenstein. Perjanjian ini menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Vietnam dan negara-negara anggota EFTA.
Dalam perjanjian ini, EFTA akan menerapkan tarif impor nol persen untuk produk industri dan hasil laut asal Vietnam begitu perjanjian mulai berlaku. Sebaliknya, Vietnam akan secara bertahap mengurangi atau menghapus tarif untuk mayoritas produk serupa dari negara-negara EFTA dalam waktu 11 tahun. Beberapa produk pertanian, seperti keju, kopi, dan cokelat, juga akan mendapatkan akses bebas bea ke Vietnam, dengan masa transisi hingga 16 tahun.
Selain aspek tarif, perjanjian juga bertujuan untuk menyederhanakan dan memodernisasi prosedur kepabeanan. Dalam konteks perlakuan investor, perjanjian ini mengatur perlakuan nasional bagi para investor di sektor nonjasa seperti pertanian, pertambangan, dan manufaktur, meskipun ada beberapa pengecualian. Langkah ini diharapkan dapat mendorong transparansi dan mengurangi hambatan teknis dalam perdagangan.
Menurut data, perdagangan bilateral antara Vietnam dan negara-negara anggota EFTA rata-rata mencapai hampir 2 miliar dolar AS per tahun. Vietnam terutama mengekspor makanan laut, alas kaki, tekstil, mesin, dan elektronik, sementara impor utamanya meliputi peralatan industri, bahan kimia, farmasi, dan material produksi.
Perjanjian ini diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan bagi pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak dan meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/10/CjkinzN000005_20261019_CBMFN0A001.jpg)