Site icon Jackiecilley.com

UliMus Masuk Pasar Modern dengan Modal di Bawah Rp100 Ribu

[original_title]

Jackiecilley.com – Pandemi Covid-19 menjadi momen krusial bagi Romauli Sri Astuti Sitorus, yang lebih dikenal sebagai Uli. Menghadapi penurunan penjualan dari usaha gamis yang telah berjalan, Uli memulai bisnis baru dari dapur rumahnya di Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, dengan modal awal kurang dari Rp100 ribu.

Usaha bawang goreng crispy yang diciptakannya, bernama UliMus, berhasil meraih pasar modern dan memberikan peluang kerja bagi penyandang autisme. Awalnya, Uli mencari cara untuk menghasilkan bawang goreng yang disukai anaknya, yang sedang belajar di pondok pesantren. Setelah bereksperimen dengan berbagai rasa, Uli menemukan bahwa varian barbeque menarik perhatian anaknya dan teman-temannya.

Sejak diluncurkan pada 2020, UliMus terus berkembang. Pada awalnya, produk dijual dalam kemasan kecil seharga Rp10 ribu dan kini bisa mencapai Rp35 ribu di pasar modern. Uli berhasil memasarkan produknya di beberapa jaringan ritel, termasuk Hero dan rencana untuk mengembangkan distribusi ke Indomaret.

Perubahan signifikan terjadi ketika Uli bergabung dengan Rumah BUMN binaan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), di mana ia mendapat pelatihan dan dukungan membangun mindset bisnis yang berkelanjutan. Pendapatannya meningkat dari Rp1,5 juta per bulan menjadi Rp7 juta, dengan omzet puncak mencapai Rp25 juta pada Lebaran tahun lalu.

Uli juga berkomitmen untuk memberdayakan penyandang disabilitas dengan memberikan pekerjaan bagi seorang perempuan autisme. Ia percaya bahwa semua individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki potensi untuk berkontribusi saat diberikan kesempatan. Menurut Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, UliMus merupakan contoh sukses dari program pendampingan yang membantu UMKM berkembang dan meningkatkan kapasitas mereka.

Exit mobile version